Home > Foods & Drinks, General > Gado-gado atau Pecel??

Gado-gado atau Pecel??

Obrolan tadi siang (KST) dengan mas Arief sedikit banyak sudah mengusik pikiranku mengenai judul di atas. Iyah.. salah satu menu lunch favoritnya mas Arief ini: * Gado-gado plus kerupuk *. Hmm dalam hal ini kita berseberangan (haha so happy that we have some differences in food preferences 😆 ) iyalah daripada berantem rebutan tahu mlulu (kalau yang ini terlalu berlebihan kayanya..kkk)

Okay.. yang kenal diriku tahu betul, kenapa aku ndak suka gado-gado. Tapi, aku suka pecel lho! Nah terus apa bedanya? Lalu kalo ketoprak gimana? Nah lho.. bingung deh jawabnya.. err bukannya beda yah? Setelah searching sana-sini.. memang ternyata beda lhoo.. hihi walaupun sama² menggunakan saus kacang atau sambal sebagai bumbunya.

Jadi, ada beberapa jenis makanan yang menggunakan saus atau sambal kacang ini. Diantaranya Lotek (sumpe daku baru tahu kalo ada ini makanan) yang asalnya dari daerah Jawa Barat, Gado-gado dari daerah Jakarta (dan Jawa Tengah??), Pecel dari Jawa Timur, Karedok, Ketoprak, dan Rujak Cingur. Weh banyak juga yah, dan belum semuanya aku pernah coba. Mari kita kupas satu-satu yah 🙂 (emangnya wortel pake dikupas segala)

Lotek

Lotek ini asalnya dari daerah Jawa Barat. Bahannya hampir sama dengan gado-gado dan mayoritas direbus, namun dengan variasi yang lebih sedikit dan tidak menggunakan tauge (kecambah), telur rebus, dan emping. Selain itu, perbedaan terdapat di bumbunya. Bumbu lotek lebih kental rasa kencurnya. Sayuran yang digunakan untuk lotek terdiri dari: bayam, kacang panjang, kapri, daun kacang kedelai, dan yang lainnya (opsional). Untuk bumbunya, biasanya diulek jadi satu dengan kentang rebus, kemudian diaduk dan dicampur dengan sayurannya, ditambah kerupuk sebagai pelengkap. Untuk variasi, dapat disantap dengan menggunakan nasi, ketupat, atau mie.

Gado-gado

Nah kalo gado-gado, salah satu menu favorit keluargaku juga (apalagi kalo mami lagi gak masak hehe 😆 ). Hampir semuanya suka kecuali diriku. Aku sering makan sih, tapi kerupuknya aja hehe 😀 Bener² makan satu porsi penuh itu terakhir kali di Gado-gado Boplo dekat stasiun Gondangdia waktu jamannya ngantor di Kebon Sirih dulu. Hihi itupun ditraktir sama pak Ronny (Trims ya Pak 😀 ). Tapi memang gado-gado nya enak sih (katanya sambal kacangnya pake kacang mede lho), cuma mungkin porsinya kebanyakan kali ya buat ukuran perut ku yang mungil ini ~halah.

Kalau Gado-gado asalnya dari daerah Jakarta. Isinya lumayan banyak dan variatif, dan hampir semuanya direbus (kecuali selada, which is aku gak pernah nemu yang pake selada). Ada kangkung, bayam, kacang panjang, kecambah, kol, dan labu siam + kentang rebus, telur rebus, serta tahu dan tempe yang dipotong kotak dadu kecil² + kerupuk sebagai pelengkap :D. Untuk sambal kacangnya, terdiri dari ulekan kacang tanah goreng yang sudah ditumbuk halus, terasi, garam, gula merah, air asam jawa, dan cabai. Kemudian sambal kacangnya diaduk dengan isinya. Untuk variasi, dapat disantap dengan nasi atau lontong.

Pecel

Hihi kalau pecel sih suka banget. Dulu jamannya masih imut² sekolah dulu, tiap sore (aku dan adik²) sering banget nungguin yu (lupa namanya siapa) yang jualan pecel. Wah manteb tenan..masih inget aku. Pecelnya pake kerupuk besar melingkar yang warnanya kuning itu, pake sambal kacangnya yang sedikit pedas, plus kepala ayam dan ceker ayam yang biasanya sudah dibumbu cabai kuning pedas..slurpppp. Sejak disini, terhitung sudah 4 kali bikin pecel, 3 kali bareng Pita dkk (grup masak lama) sekali bareng grup masak baru (Santi-Tata-Rusdi). Kita buat tentunya dengan modifikasi sayuran disana-sini karena agak susah cari sayuran yang persis seperti di Indonesia. Tapi, bumbu pecelnya tetep dong merk Karangsari, yang menurut Pita bikinan daerah Blitar (weh hebat ya Pit bumbu pecelnya bisa ekspor sampai ke Koria bahkan hingga ke negeri Belanda kkk), jadi agak² berasa bangga gimanaaa gitu ~halah..

Ok balik ke pecel, kalo sayuran mungkin mirip² yah sama gado-gado yang direbus walaupun ada bedanya seperti daun pepaya, dan daun singkong. Pelengkapnya bisa dengan telur ceplok, rempeyek kacang-teri-atau udang, sate telur puyuh, atau tahu dan tempe bacem. Untuk bumbu kacangnya, biasanya sudah tersedia bumbu jadi yang bentuknya kotak itu. tinggal diseduh air panas. Aku insist kalo pecel itu beda dengan gado gado. Bedanya dimana? Nah perhatiin deh di bumbunya. Terasa banget ada taste atau aroma daun jeruknya 😀 Itu yang bikin beda 😉

Karedok

Kalau karedok aku gak begitu tahu nih, dan lupa juga pernah makan atau ngga. Menurut sumber yang didapat, karedok ini bahan sayurannya mentah alias tidak direbus. Sayuran mentahnya terdiri dari: kol, kecambah, kacang panjang, terung hijau, dan daun selada. Untuk sambel kacangnya sendiri, terdiri dari kacang tanah, cabai, garam, kencur, dan gula merah. Biasanya disajikan dengan kerupuk bawang atau kerupuk udang.

Ketoprak

Pernah makan, dan terasa sekali manisnya (mungkin karena efek kecap manis yang ditambahkan diakhir penyajian). Ketoprak ini khas karena tidak terdapat sayuran hijau didalamnya. Bahannya terdiri dari Kecambah rebus, bihun rebus, telur rebus, tahu goreng, dan sambal kacang (kacang tanah, tanah, cabai, bawang putih, dan garam). Biasanya disajikan dengan ketupat + kerupuk bawang, taburan bawang goreng serta kecap manis.

Rujak Cingur

Kalau menurut wikipedia, rujak cingur asalnya dari daerah sekitar Surabaya, Jawa Timur. Terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur), bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti kecambah/tauge, kangkung dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng dan garam. Kenapa disebut rujak cingur? Ya karena pake cingur, atau hidung sapi rebus (beef snout) 🙂

Jadi… begitulah kira² seputar gado-gado, pecel dan varietas makanan lainnya yang menggunakan sambal kacang. Sudah terjawab kan bedanya dimana dari kesemua makanan itu? Hehe jadi nanti kalau ada yang tanya dah gak bingung lagi njawabnya.. 😀

Huhuhu jadi pengen pulang 😦

* Tulisan diolah dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi 😀 *

Referensi:

Advertisements
  1. April 29, 2008 at 4:27 pm

    Ich, nambahin ttg Karedok, ini makanan favoritnya ortu-ku, katanya dulu waktu mrk pacaran nge-date-nya sambil makan karedok, uh.. so… sweettt :).
    Bedanya dg yang lain, karedok itu bumbu kacangnya encer, cenderung berkuah gitu lah.. Oh iya, kadang2 karedok disajikan juga dengan daun kemangi dan jangan lupa kerupuk udangnya itu lho… wajib !!
    Tapi cha, tetep, makanan paling enak di dunia cuman satu… Tahu Goreng, jadi.. rebutan sama kamu tetep dong. 😀

  2. April 29, 2008 at 5:56 pm

    Aihh to twiiit 😀 kalo mas Arief dulu nge-date-nya makan apa dong 😛 anyway thanks buat info tambahannya.
    Ada lagi nih menu lain, namanya “Terancam”. Serius namanya itu. Mamiku suka bikin jg. Sayur mentah semua, tapi ndak pake sambel kacang. Kapan² aku posting deh seperti apa rupanya.

    Btw.. sepertinya nada² ancaman buat sesama penggila tahu goreng sudah berkumandang nih..weleh.. saya siap bertarung! 😆

  3. qonit
    May 17, 2008 at 1:21 am

    gado2 tu bumbunya lebih creamy, makanya jadi lebih gampang kenyang dan gak sesegar rasa bumbu pecel..

    creamynya itu pake santan ^^;;

  4. May 28, 2008 at 8:55 pm

    Wah iya Niet, bener.. makanya aku gak terlalu suka gado².. dilihat dari tampilannya jg kurang menarik 😀

  5. pitachu
    September 6, 2008 at 12:21 am

    Rasa bumbu pecel karangsari kalah sama bumbu pecel bu bari cha..hihi..cobain deh…^^
    Icha mau ? Ke delft yuk..aku bawa tuh dari blitar..:P

  6. January 17, 2009 at 5:38 pm

    aduh gmn sih resepnya bwt gado2, aq g th jujur lho aq sbnrx g prnh k dapur u/t masak tolong donk aq beri th gmn carax………………………………………….

  7. September 16, 2009 at 1:41 pm

    waduh! i’m still fasting nie so don’t give me as info for broke my fasting! astfirloh, astarfiloh! but thats’s so nice sich!!! for eating in takjil! waduh where is info food other country i’ll wait yach! oh ya ntar lagi lebaran mana info makanan wat lebaran! happy lebaran days yach! mohon mangap lahir dan batin!

  8. September 10, 2015 at 11:19 pm

    enakan gado-gado, pecel cuma pedes doang. gado-gado saus kacangnya lebih mantap, sayurnya juga masih seger gak kek pecel udah direbus. cuma pecel pilihan sayurnya lebih banyak

  1. October 16, 2014 at 2:27 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: